BungaKuning Pinggir Jalan. 2022-03-04 • edited 2022-03-16. Bunga Kuning Pinggir Jalan.Warnanya kuning ungu dan putih. Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau RTH dan Penerangan Jalan Umum PJU Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau DKRTH Kota Surabaya Hendri Setianto mengatakan biasanya Bunga Tabebuya bermekaran sejak Bulan Oktober. Pikbesttelah menemukan 333677 Bunga Pinggir Jalan templat gambar desain untuk penggunaan komersial pribadi. Untuk mempelajari lebih lanjut Bunga Pinggir Jalan templat,grafik atau file vektor latar belakang untuk mendesain Unduh gratis untuk Anda dalam bentuk PSD,PNG,EPS atau AI,Silakan kunjungi PIKBEST. Ikuti Pikbest. Dipasangoleh Dennis Sembiring, tanah dijual seharga Rp 3,5 Juta /m² berlokasi di Nusa Dua, Badung dengan rata-rata cicilan . Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. Setuju nggak kalau kubilang bunga berwarna kuning ini jika dilihat sepintas sangat mirip dengan bunga matahari? Tetapi bukan bunga matahari. Bunga kuning ini adalah tanaman liar yang banyak dijumpai di pinggir jalan. Pernah perhatikan? Pohonnya agak tinggi, mempunyai daun yang mirip juga dengan daun bunga matahari. Entahlah, mungkin juga masih satu genus. Melihat bunga kuning cantik di pinggir jalan langsung ingin memotretnya. Bunga kuning ini membawa kenangan masa kecil. Di dekat rumahku di Balikpapan dahulu banyak sekali tanaman ini. Pohonnya tumbuh di pinggir jalan menuju ke sekolah. Meskipun tanaman ini liar aku tetap suka. Dengan warna kuning yang terlihat sangat cerah dan bentuknya sederhana, tipikal bentuk bunga yang kita gambar untuk pelajaran menggambar di sekolah, betul tidak? Si bunga kuning ini seringkali kupetik untuk dibawa ke sekolah. Di hari piket murid yang bertugas membersihkan kelas juga diminta menyediakan bunga untuk meja guru. Kamera yang dipakai untuk menjepret bunga ini milik LJ yang baik sekali menawarkan kamera poketnya, karena baterai teleon genggamku habis. Entah apa nama kameranya, si kinan atau kenyong, he ..he… Beliau ini yang mengawal kami sekeluarga menapaki rute wisata keliling Minangkabau Sumatera Barat. Lokasi foto ini di sekitar danau kembar, danau Di Atas dan danau Di Bawah. “Kakak pakai aja kamera yang ini, kan gampang nanti dipindah ke flash disk” bahkan bukan hanya foto-foto yang kujepret sendiri, yang difoto oleh si eMak LJ memakai kedua kameranya pun boleh kupakai sesuka hati. Baik banget kan …?. Nah, kebetulan ada tawon sedang mendatangi bunga kuning ini. Langsung beraksi mendekati. Suka sekali lihat serangga yang sibuk mengisap madu bunga. Foto bunga jadi terlihat lebih hidup dan lebih indah. Eh nasibku sedang mujur. Meskipun aku agak grasa grusu mendekatinya si tawon tetap anteng menghisap sari madu bunga. Ia tak terganggu dan tak mau terbang. Mungkin dia terlalu lapar ya. Puaslah hati klik kamera pinjaman berulang-ulang. Lega bisa memotret tawon mengisap madu, meskipun hasilnya masih biasa saja. Alhamdulillah, bisa update tambahan info dari mbak Prih yang baik, bunga ini ternyata bernama Tithonia diversifolia, atau Mexican Sunflower atau Japanese Sunflower. Sedangkan bunga matahari yang selalu menghadap ke arah datangnya sinar matahari itu punya nama ilmiah Helianthus annuus. Tanaman ini banyak fungsinya, cek ke tempatnya mbak Prih ya. Beliau mengulas lengkap secara ilmiah di tulisannya. Terima kasih banyak mbak pembaca jadi mendapatkan pengetahuan baru. Tithonia diversifolia keluar pada akhir musim penghujan. Bunga cantik bernaman indah ini diduga asalnya dari negara Mexico. Bunga kuning ini punya banyak nama lokal, namanya berbeda di tiap daerah. Di daerah Jawa si kuning ini disebut dengan nama paitan. Mungkinkah rasanya pahit? Tanaman paitan ini tak tumbuh tunggal seperti bunga matahari tetapi membentuk semak. Tanaman ini jarang dibudidayakan sehingga sering disebut sebagai gulma paitan. Paitan ini walau gulma tetapi bayak fungsinya. Menurut mbak Prih tanaman ini dimanfaatkan sebagai mulsa penutup tanah untuk mengurangi penguapan, bahan dasar kompos, penolak hama atau insektisida nabati, dan lain-lain. So, tak ada tanaman yang sia-sia oleh Allah SWT. Walau semak liar tetapi ternyata punya banyak manfaat yang berguna untuk bidang pertanian dan lainnya. Semakin suka deh dengan si bunga kuning yang mempesona ini. Menjelang magrib di Kota Batu JaTim, suami menggegas motor mencari masjid terdekat. Kami nyaris terlambat saat itu. Setibanya entah di mana’ kami pun menjumpai masjid dengan bunga-bunga kuning menyala di pinggir. Saya sempat bertanya bunga apa ini, kok indah banget? Lalu, seorang Bapak lewat dan berujar Tabebuya. Saat itu, saya kira salah dengar, dan berharap suami bisa mengulangnya. Maklum, yang saya tahu kata “Tabe” berarti permisi, berdasarkan tema-teman saya yang berasal dari suku Bugis. Jadi, seakan si Bapak yang lewat itu berkata “Permisi-Buya”, sementara saya sedang berada di Tanah Jawa. Lucu juga kan mendengarnya. Tapi, ternyata nama pohon yang berbunga kuning itu memang bernama Tabebuya. Di pinggir jalan, belum berbunga Ramai bunganya Beberapa tahun kemudian, saya jadi makin sering melihat pohon-pohon Tabebuya di kota sendiri. Ini saya yang miskin jalan-jalan, atau saya baru sadar Tabebuya juga banyak di Balikpapan ya? Sempat terpikir begitu. Karena, seingat saya di Balikpapan lebih banyak menggunakan pohon Bintaro sebagai tanaman peneduh di pinggir jalan. Fix, saya memang butuh banyak jalan-jalan. Siapa yang tidak tahu sakura yang terkenal dari Jepang itu? Saya pernah membayangkan betapa indahnya berada di bawah naungan pohon Sakura yang bermekaran. Menyenangkan, meneduhkan. Sayangnya, saya juga tahu Sakura secara teori tidak bisa tumbuh di daerah tropis. Ketika kemudian melihat Tabebuya, sulit untuk tidak terpikir, pohon ini serupa dengan Sakura. Apalagi saat bermekaran. Keunikan dari Tabebuya, selain dapat beradaptasi di daerah tropis hingga sub-tropis, bunga-bunganya bisa bermekaran sepanjang tahun. Tidak seperti Sakura Jepang yang hanya berbunga sekali setahun, saat musim semi. Pohon Tabebuya yang saya lihat tinggi dan besar. Katanya, bila Tabebuya dibiarkan tumbuh hingga puluhan tahun, maka tanaman ini akan mampu terus tumbuh dan membesar. Ini berbeda dengan pohon Sakura, yang tidak bisa menjadi pohon raksasa. Tapi, sayangnya saya belum bertemu pohon Sakura, tidak ada ilmu untuk membandingkannya. Pohon yang besar Ketika saya melihat Tabebuya berwarna kuning ini bermekaran, saya bertanya-tanya kemanakah daun-daunnya? Kenapa bunganya sempurna bermunculan, bergerombol tanpa daun? Saat itu saya membuat kesimpulan, bahwa ketika bunganya mekar, daun-daunnya akan meranggas, memilih jatuh ke bumi saja, mengalah dengan si cantik kuning. Saat bunganya selesai bermekaran, angin menjatuhkan bunga-bunga itu, sehingga saya bisa melihat warna-warna kuning di sekitar kaki saya. Lalu, pohon itu menjadi sepi, menyisakan dahan dan ranting untuk siap memunculkan daun kembali. kiri yang bermekaran, kanan berguguran Eit. Tapi, itu pandangan pertama saya. Di pohon lain, di daerah lain, pun di Balikpapan, saya lihat bunga dan daun Tabebuya bisa ramai dalam satu waktu, satu pohon. Di Balikpapan sendiri, belum pernah saya lihat Tabebuya mekar bersemi hingga penuh bunga-bunganya. Jadi, sebenarnya gimana dong teorinya agar bunganya selalu mudah mekar ya? bunga dan daun Tabebuya dari dekat bukan garis-garis halus, melainkan dikerubungi semut BELUM BERTEMU TABEBUYA MERAH JAMBU Tabebuya atau Handroanthus chrysotrichus sering pula disebut pohon terompet emas, karena bunganya berbentuk seperti terompet dan berwarna kuning. Tapi, bunga Tabebuya tidak selamanya berwarna kuning. Ada banyak jenis Tabebuya lain, begitu pun warnanya. Beberapa warna bunga Tabebuya yakni kuning, putih, kuning nyaris orange, merah jambu, magenta. Saya sendiri baru melihat bunga Tabebuya berwarna kuning yang memang mendominasi di Indonesia. Sedangkan di Surabaya ada Tabebuya berwarna merah jambu yang mirip Sakura, yang sedang ramai-ramainya menjadi objek wisata. Sedihnya, saya belum pernah melihatnya. Jadi, untuk sementara nikmati saja Sakura Tropis berwarna kuning ini. Oya, untuk kalian yang ingin menanam Tabebuya sebagai pohon hiasan di rumah, tidak perlu khawatir dengan batangnya yang besar. Kabarnya, akar pohon ini tidak merusak lapisan keras bangunan. Rumah tetap aman dan terlihat cantik. Kira-kira begitulah. - *Lokasi pengambilan gambar Batu, Malang, Jogja, Balikpapan ** Foto-foto di atas telah diresize dan dikompres untuk kebutuhan artikel Terima kasih. Ketika melakukan perjalanan ke suatu daerah atau kota, kita pasti melihat deretan pepohonan yang rindang di sepanjang jalan raya. Pohon-pohon yang berada di sepanjang jalan itu sangat bermanfaat bagi kehidupan. Penghijauan dengan Pohon Peneduh Pohon memiliki banyak manfaat yaitu sebagai penghasil oksigen yang sangat berguna bagi manusia dan hewan. Pohon juga bisa mencegah banjir dan longsor, mengurangi pencemaran udara, menyimpan air hujan dan mengurangi pemanasan global. Pohon juga dapat menyaring debu polusi udara yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor dan kebisingan yang ditimbulkan oleh banyaknya kendaraan yang berlalu-lalang serta bangunan bertingkat yang banyak menggunakan kaca sehingga menyebabkan kenaikan suhu di lingkungan sekitar terutama di kota-kota besar. Oleh karena itu penghijauan saat ini sangat dibutuhkan. Penghijauan untuk suatu kota yang padat penduduknya sangat membantu orang di sekitarnya. Pohon-pohon rindang yang ditanam di tepi jalan mampu meneduhkan jalan sehingga membuat pengguna jalan merasa sedikit lebih nyaman ketika cuaca sedang panas-panasnya apalagi di kota-kota besar yang rawan dengan kemacetan Untuk menanam pohon sebagai pohon peneduh sendiri tidak boleh sembarangan. Ada kriteria tentang jenis pohon yang akan dijadikan sebagai pohon peneduh yaitu 1. Menghasilkan oksigen yang memadai 2. Pohon rindang sehingga membuat teduh/ sejuk 4. Pohon menghasilkan buah sehingga mengundang burung 5. Pohon menghasilkan bunga sehingga membuat keindahan 6. Pohon tidak memiliki akar yang besar dan cepat tumbuh, agar tidak merusak konstruksi jalan . 7. Mempunyai akar yang dapat bertahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh getaran lalu lintas. 8. Pohon harus memiliki cabang dan ranting yang kuat dan tidak mudah tumbang. 9. Tidak memiliki buah yang terlampau besar agar tidak membahayakan pengguna jalan. 10. Sebaiknya dipilih tanaman yang mendatangkan keuntungan Jenis-jenis Pohon Peneduh Berikut ini adalah jenis-jenis pohon peneduh yang biasanya ada di tepi jalan maupun di sekitar lingkungan. 1. Pohon Bintaro Pohon bintaro adalah tanaman yang banyak dijumpai di sepanjang jalan protokol di kota-kota besar misalnya Surabaya. Tanaman yang memiliki buah mirip mangga ini sangat cocok dijadikan pohon peneduh karena memiliki daun berbentuk bulat telur berwarna hijau tua. Bintaro memiliki buah yang sekilas nampak seperti buah mangga yang sedang ranum. Namun buah ini tidak dapat dikonsumsi karena mengandung racun yang sangat berbahaya. Bahkan ulat dan burung pun tidak berani mendekat begitu mencium aroma pohon ini. Daun dan buah bintaro mengandung zat yang dapat mempengaruhi jantung. Buahnya bisa digunakan untuk mengusir tikus sedangkan daunnya bisa membunuh ikan dan jentik-jentik nyamuk. Daun bintaro yang berguguran dan jatuh di kolam bisa menyebabkan ikan mati dalam hitungan detik. Meskipun berbahaya, sejauh ini masih aman-aman saja asalkan tidak dikonsumsi sehingga pohon bintaro masih banyak digunakan sebagai tumbuhan penghijauan serta peneduh kota. 2. Pohon Tanjung Pohon tanjung memiliki batang yang tidak terlalu besar. Pohonnya juga tidak terlalu tinggi namun sangat rindang. Daunnya tidak mudah rontok sehingga tidak mengotori jalan. Rantingnya juga tidak terlalu besar dan tidak mudah patah. Bunganya berbau harum. Buah tanjung berwarna hijau dan jika sudah masak warnanya kuning kemerahan. Biji buah tanjung disebut kecik yang kerap dijadikan sebagai sarana bermain oleh anak-anak jaman dulu. 3. Pohon Ketapang Pohon ketapang berwujud ramping namun memiliki ranting yang tumbuh lurus sehingga cocok untuk dijadikan sebagai tanaman peneduh. Pohon ini memiliki daun berbentuk oval dan agak lebar. Daun ketapang berwarna hijau terang ketika masih muda, dan akan tetap terlihat hijau meskipun terjadi pergantian musim. Pohon ketapang juga memiliki bunga berwarna kehijauan dan buah kecil berukuran sekitar 1,5 cm. Biji ketapang bisa dimakan. Rasanya seperti kacang almond. Ada yang mengatakan lebih enak dari biji kenari. Maka tidak heran jika buah ketapang ini sangat disukai monyet. Di hutan, kita bisa menjumpai puluhan monyet bergelantungan di pohon ketapang yang sedang berbuah. 4. Pohon Bambu Pohon bambu juga bisa dijadikan sebagai tanaman peneduh. Namun umumnya pohon ini hanya ditanam di daerah pedesaan. Kumpulan pohon bambu disebut barongan yang biasanya di tanam di kebun belakang rumah. Jika pun ada pohon bambu di sepanjang jalan perkotaan, maka sudah bisa dipastikan sebagai tanaman sejenis bambu hias. 5. Pohon Beringin Tanaman beringin tergolong sebagai tanaman berukuran besar dan rindang. Diameter batangnya bisa mencapai 2 meter bahkan lebih dan tingginya bisa mencapai 25 meter. Pohon beringin umumnya dikenal sebagai pohon keramat yang dijadikan rumah makhluk astral. Biasanya kita dapat menjumpai pohon beringin ini di taman atau di alun-alun. Sebagai tanaman peneduh, pohon beringin masih sering kita jumpai di tepi jalan setapak di daerah pedesaan. 6. Pohon Kiara Payung Pohon kiara payung merupakan salah satu tanaman peneduh yang menjadi favorit saat ini. Pohonnya yang rindang dan bertajuk luas serta kemampuannya menyerap CO2 sangat baik. Tingginya dapat mencapai 11 meter lebih dengan daun-daunnya yang rimbun sehingga meneduhkan tempat di sekitarnya. Pohon ini sangat cocok digunakan untuk menghias halaman rumah, sekolah, perkantoran, taman kota hingga jalan-jalan umum di perkotaan. 7. Pohon Mahoni Pohon mahoni merupakan tanaman yang besar dan tinggi. Pohon ini tumbuh lurus ke atas dengan tajuk tinggi sehingga sangat cocok dijadikan sebagai tanaman peneduh jalan karena bisa tumbuh hingga puluhan tahun. Tidak mudah tumbang karena memiliki struktur kayu yang kuat. Selain sebagai tanaman peneduh, mahoni juga dimanfaatkan sebagai tanaman produksi. Hal ini dikarenakan kayu pohon mahoni bernilai ekonomis. Kayu pohon mahoni cukup keras, awet sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan furniture perkakas rumah tangga. Buah mahoni memiliki biji yang rasanya sangat pahit dan bisa digunakan sebagai obat herbal. 8. Pohon Kersen Pohon kersen merupakan tanaman yang bisa tumbuh di mana saja. Ada yang menyebutnya pohon keres atau seri. Pohon kersen pada umumnya tumbuh di tepi jalan sebagai tanaman peneduh. Pohon ini bisa tumbuh liar tanpa perawatan khusus. Pohon kersen memiliki buah berbentuk bulat berwarna hijau, jika sudah masak warnanya kemerah-merahan dan rasanya manis. 9. Pohon Akasia Akasia merupakan pohon dengan tinggi 15 sampai 20 meter. Pohon ini memiliki duri yang tersebar di seluruh cabang. Daunnya berbentuk lonjong dengan tulang daun menyirip. Bunga akasia umumnya tumbuh berkelompok. Warna bunganya bervariasi antara merah, putih, kuning muda, dan ungu. Sama seperti pohon penghijauan yang lain, akasia ramah lingkungan dan mampu menahan air dengan baik. Akasia memiliki beberapa manfaat bagi manusia. 10. Pohon Angsana Angsana atau yang dikenal dengan nama sonokembang merupakan sejenis pohon penghasil kayu berkualitas tinggi dan memiliki nilai ekonomi di pasar dunia. Tanaman ini biasanya menghiasi pinggiran jalan raya perkotaan sebagai pohon peneduh dan memang terlihat indah karena memiliki bunga yang menyedapkan pemandangan. 11. Pohon Flamboyan Flamboyan merupakan tanaman yang khas dengan pohon besar berbunga merah cerah. Bunganya yang super cantik menjadi fenomena unik yang selalu dinanti-nanti. Pohonnya yang berbatang kokoh dan tumbuh menjulang ini mampu memberikan keindahan yang menakjubkan. Maka tidak heran jika pohon flamboyan ini banyak ditanam di tepi jalan sebagai peneduh sekaligus untuk keindahan. 12. Pohon Asam Jawa Tanaman asam memiliki bentuk pohon yang tinggi, rindang, serta berakar kuat. Tanaman asam jawa memang sengaja ditanam untuk peneduh di jalan raya. Pohon asam juga bisa berperan sebagai bahan penghijauan dan untuk menahan angin. Pohon ini juga bisa digunakan untuk memperbaiki kawasan yang gersang dan tandus. Selain sebagai pohon peneduh, buahnya yang sudah tua dan masak bisa dikonsumsi sebagai manisan yang sudah tentu rasanya manis-manis asam. 13. Pohon Trembesi Pohon ini banyak ditanam sebagai peneduh jalan. Pohonnya besar seperti payung. Akar, batang, dan dahannya sangat besar seperti raksasa. Usia pohon trembesi bisa mencapai ratusan tahun. Naungan daun pohon trembesi bisa menurunkan suhu udara sekitarnya. Pohon trembesi mampu menyerap gas karbon dioksida di udara. Biji buah pohon trembesi yang disangrai bisa dijadikan camilan. 14. Pohon Glodokan Tiang Pohon glodokan tiang merupakan salah satu tumbuhan peneduh yang umumnya ditanam karena efektif dalam mengurangi polusi suara. Pohon glodokan tiang tumbuh menjulang ke atas. Kenampakan pohon ini seperti piramida simetris. Bentuk daun menyirip dengan tepi bergelombang serta berwarna hijau. Pohon glodokan tiang ini sering kita jumpai di jalan-jalan umum dengan pola berbaris sebagai tanaman peneduh. Pohon ini mampu memberikan keindahan kepada setiap pasang mata yang memandang. 15. Pohon Bungur Bungur merupakan tumbuhan perdu yang dikenal sebagai pohon peneduh jalan atau pekarangan. Bunganya berwarna merah jambu. Bila mekar bersama-sama akan tampak indah seperti bunga sakura sehingga sangat cocok dijadikan sebagai pohon peneduh sekaligus sebagai tanaman hias di tepi jalan. 16. Pohon Cemara Bundel Pohon cemara biasanya sering di tanam di pinggir jalan. Selain cocok untuk penghijauan, pohon ini juga indah. Maka tidak heran jika cemara kini menjadi tanaman hias. Tidak semua cemara memenuhi kriteria untuk penghijauan. Namun cemara bundel layak dipertimbangkan. Tingginya mencapai 20 meter. Mampu menghisap polutan dan juga rindang. Pohon cemara sering kali kita jumpai di pekarangan atau lapangan. 17. Pohon Johar Johar merupakan pohon yang sangat umum ditanam di pinggir jalan sebagai tanaman peneduh. Johar memiliki bunga berwarna kuning dan daun majemuk dengan pola menyirip ditambah untaian buah polongnya yang biasa kering di tangkainya. Johar termasuk tanaman yang cepat tumbuh dan mampu beradaptasi pada daerah kering sehingga sering dimanfaatkan sebagai pohon pelindung atau sebagai tanaman perintis. 18. Pohon Palem Raja Palem raja biasanya digunakan untuk penghijauan sekitar komplek perumahan atau tempat yang tidak membutuhkan ruang besar. Tumbuhan ini tidak bercabang dan mampu tumbuh hingga 20 meter. Selain sebagai penyejuk udara, palem raja juga sering digunakan sebagai pohon hias. 19. Pohon Palem Putri Palem putri memiliki bentuk seperti palem raja, namun bentuknya lebih kecil sehingga disebut palem putri. Palem ini mampu memberikan keindahan ketika memiliki buah. 20. Pohon Matoa Matoa adalah tanaman buah asli khas Papua. Tanaman matoa bisa tumbuh di mana saja. Tanaman ini sejenis tumbuhan pohon besar. Tinggi pohon rata-rata 16 meter dengan diameter rata-rata maksimum 90 cm. Meskipun matoa sebenarnya tumbuh liar di hutan-hutan Papua, tapi ternyata pohon ini juga banyak tumbuh di daerah-daerah lain. Buah matoa berbentuk bulat agak lonjong berwarna hijau. Jika sudah matang warnanya berubah menjadi coklat kehitaman. Rasa buah matoa terbilang sangat lezat. Itulah sebabnya kini matoa banyak ditanam di kebun atau pekarangan rumah. Itulah Jenis-jenis Pohon Peneduh yang Biasanya Ada di Tepi Jalan. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita semua.

bunga kuning pinggir jalan